Friday, April 9, 2010

Pilihlah Jalan Ketaqwaan dan Jangan Memilih Jalan Kefasikan, Nescaya Allah Akan Mensucikan Jiwamu Dan Dibersihkan Dari Kekotoran

Pilihlah Jalan Ketaqwaan dan Jangan Memilih Jalan Kefasikan, Nescaya Allah Akan Mensucikan Jiwamu Dan Dibersihkan Dari Kekotoran

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10

Allah berfirman (maksudnya):"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (As-Syam 91:8-10)

Ibnu Kathir menafsirkan firman Allah swt dalam ayat ini (maksudnya):"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya",yakni memberi penjelasan kepada jiwa itu,mana jalan menuju kejahatan dan mana jalan menuju ketaqwaan. Maksudnya,Allah menampakkan hal itu kepada jiwa tersebut dan memudahkannya kepada apa yang telah Dia tetapkan untuknya.

Ibnu 'Abbas menafsirkan ayat,"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya" yakni Allah menjelaskan kepada jiwa itu tentang kebaikan dan kejahatan (Ath-Thabari(XXIV/454). Juga Mujahid, Qatadah, adh-Dhahhak dan ats-Tsauri, menafsirkannya demikian (Ath-Thabari(XXIV/455).

Sa'id bin Jubair berkata,"Maksudnya Allah mengilhamkan kepada jiwa itu,kebaikan dan kejahatan." Ibnu Zaid berkata,"Allah menanamkan kejahatan dan ketaqwaan didalam jiwa" (Ath-Thabari(XXIV/455).

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abul Aswad ad-Daili, ia berkata; "Imran bin Hushain bertanya kepadaku,'Menurutmu apa (makna) perbuatan yang dilakukan oleh manusia?Sementara mereka berusaha keras melakukannya.Apakah perbuatan itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka? Iaitu merupakan takdir yang mendahuluinya dan telah berlaku atas mereka?atau kah hal itu merupakan akibat disebabkan sikap mereka terhadap apa yang diberikan oleh nabi mereka kepada mereka,sementara hujah telah ditegakkan kepada mereka?'

Aku menjawab, 'Hal ini merupakan sesuatu yang telah ditetapkan (oleh Allah) atas mereka'

Ia bertanya, '(Jika demikian),bukankah hal itu suatu kezaliman (yang Allah lakukan?)

Abul Aswad berkata, "Aku sangat terkejut dengan pertanyaan tersebut"

Abul Aswad berkata, "Aku bertanya kepadanya, 'Tidak ada sesuatu pun melainkan Allah telah menciptanya dan menguasai perkaranya.Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat,tapi mereka lah yang akan ditanya (tentang apa yang mereka perbuat)'.

'Imran berkata,'Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar kepadamu,Aku bertanya demikian kepadamu hnya untuk menguji pemahamanmu.Seorang laki-laki dari Muzainah atau Juhainah datang kepada Rasulullah saw lalu berkata, 'Ya Rasulullah,menurut anda,apakah segala yang dilakukan oleh manusia-dan mereka berusaha keras kepadanya-merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dan takdir yang telah mendahului dan berlaku atas mereka?ataukah hal itu merupakan akibat disebabkan sikap mereka terhadap apa yang diberikan oleh nabi mereka kepada mereka,sementara hujah telah ditegakkan kepada mereka?'

Beliau menjawab:

بل شيء قضي عليهم ومضى عليهم

"(Hal itu) adalah sesuatu yang telah ditetapkan (oleh Allah swt) atas mereka"

Laki-laki itu bertanya,"Lalu apa gunanya kita beramal?" Beliau menjawab:

من كان الله عز وجل خلقه لاءحدى المنزلتين يهيئه لعملها لها, وتصديق ذلك في كتاب الله عز وجل : { ونفس وما سواها . فألهمها فجورها وتقواها

"Sesiapa yang diciptakan Allah untuk salah satu dari dua tempat (Syurga atau Neraka),maka Dia mempersiapkannya untuk salah satu dari dua tempat tersebut.Hal ini sesuai dengan Firman Allah swt "Demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya" (HR Ahmad no.19936, dan Muslim no.2650)

Selanjutnya Allah swt berfirman:"
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu",

Ibnu Kathir menafsirkan dengan mengatakan, "Ada kemungkinan makna nya ialah: Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dengan ketaatan kepada Allah swt".Ini seperti yang dikatakan oleh Qatadah, "Dan ia membersihkan dirinya dari akhlak yang hina dan rendah". Pendapat seperti itu juga diriwayatkan oleh Mujahid, 'Ikrimah, dan Sa'id bin Jubair,

tentang ayat, "
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya", Ibnu Kathir menafsirkan "yakni mengotori jiwa mereka.Maksud nya mereka membiarkan dan menjerumuskan jiwanya dengan menjauhkannya dari petunjuk,sehingga ia berbuat maksiat dan tidak mentaati Allah swt"

Boleh jadi juga maknanya ialah: Sungguh beruntung orang yang disucikan jiwanya oleh Allah,dan sungguh merugi orang yang jiwanya dibiarkan kotor oleh Allah swt,Ini sebagaimana pendapat al-'Aufi dan 'Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu 'Abbas ra.

Ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra,ia berkata, "Apabila Rasulullah membaca ayat ini, "
Demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya" Beliau berhenti, kemudian berdo'a:

اللهم آت نفسي تقواها أنت وليها و مولاها وخير من زكاها

"Ya Allah,limpahkanlah ketaqwaan kepada jiwaku ini
.Engkaulah Pemiliknya dan perlindungnya,dYa Allah,limpahkan an Engkaulah sebaik-baik Dzat yang menyucikannya" (Ath-Thabari (XI/106)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

"Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan,dari kepikunan (sangat uzur disebabkan oleh tua) dan sifat penakut,dari sifat kikir dan azab kubur.Ya Allah,limpahkanlah ketaqwaan kepada jiwaku ini.Dan sucikanlah ia.Engkaulah sebaik-baik Dzat yang menyucikannya.Engkaulah pemiliknya dan pelindungnya.Ya Allah,sungguh aku berlindung kepadaMu dari hati yang tidak khusyu',dari jiwa yang tidak kenyang (dari merasa puas) dan dari ilmu yg tidak bermanfaat,serta dari do'a yang tidak dikabulkan"

Zaid berkata, "Rasulullah saw mengajarkan do'a tersebut kepada kami,dan kami pun mengajarkannya kepada kalian" (HR Ahmad no.19308 dan juga diriwayatkan oleh Muslim no.2722)



Kekayaan bukan Kemuliaan,Kemiskinan bukan Kehinaan,Keduanya adlh ujian dari Allah swt,Bersyukurlah dan Jgn Mengejar Dunia

Assalamualaikum..

Kemiskinan,kekurangan harta bukan lah sesuatu yg memberi kesan kepada umat islam,kaya dan miskin adalah ujian dari Allah swt dan kita sentiasa disuruh bersyukur dgn tidak mengejar kemewahan dunia

Allah berfirman(maksudnya):"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu"(Al-Hadiid 57:20)

Allah berfirman(maksudnya):"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim 14:7)

Allah berfirman(maksudnya):"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". Sekali-kali tidak (demikian)" (Fajr 89:15-17)

Rasulullah saw bersabda(maksudnya):"Tidaklah kefakiran yg aku takutkan atas kalian,tetapi yg aku khawatirkan pd kalian adalah kalau dibentangkan dunia pada kalian,sebagaimana dibentangkan kpd org2 sebelum kalian,lalu kalian berlumba2 mengejarnya sebagaimana mereka lakukan,dan kemudian membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka"(HR Bukhari:3791 dan Muslim:2961)

Rasulullah saw bersabda(maksudnya):“Seandainya Bani Adam itu mempunyai harta sebanyak dua lembah, dia akan mencari yang ketiga. Dan tidak ada sesuatu yang bisa memenuhi perut Bani Adam selain tanah(kematian). Dan Allah menerima taubat sesiapa sahaja yang mahu bertaubat” (HR Bukhari, no 6436)

Rasulullah saw bersabda(maksudnya):“Akan datang pada manusia satu zaman, yang mana seseorang tidak lagi memerhatikan apa yang dia ambil, apakah dari harta yang halal atau haram” (HR Bukhari, no 2059)

Rasulullah saw bersabda(maksudnya): "Lihatlah kepada orang yang berada dibawahmu dan jangan melihat kepada orang yang berada di atasmu, kerana dengan yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberi kepadamu" (HR Al-Bukhari: 6490), Muslim: 2963, At Tirmidzi: 2513, Ibnu Majah: 4142)

Yahudi tidak akan habis2 menyesatkan kita dan umat islam akan bersungguh2 mengikut cara orang yahudi hingga akhirnya membawa kelubang dhobb

Allah berfirman(maksudnya):"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Al-Baqarah 2:120)

قال الرسول : لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ اَّلذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاٍع حَتَّى لَوْدَخَلُوْا فِى حُجْرِ ضَبٍّ لاتبَّعْتُمُوْهُمْ قُلْنَا : يارسولَ الله آليَهُوْدُ وَالنَّصَارَى؟. قَالَ : فَمَنْ ؟

Maksudnya(maksudnya): "Kamu akan mengikut jejak langkah umat sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga jika mereka memasuki lubang dhob nescaya kamu pun akan turut mengikuti mereka. Para sahabat bertanya : “ Ya Rasulullah! Adakah Yahudi dan Nasrani?. Nabi bersabda: Siapa lagi kalau tidak mereka" (HR Muslim daripada Abu Said al-Khudri)

Wallahua'lam.

Tuesday, March 30, 2010

Bertaubatlah Kepada Allah swt, Kerana Dengan Taubat KepadaNya Akan Melahirkan KEBAHAGIAAN

Bertaubat kepada Allah swt adalah KEBAHAGIAAN

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Allah berfirman:"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (berbahagia)" (An-Nuur 24:31)

Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini,dengan berkata:"Lakukanlah sifat-sifat yg mulia dan akhlak-akhlak yg terpuji (yg telah Allah perintahkan kpd kalian dlm ayat ini (keseluruhan ayat 31)).Tinggalkanlah akhlak-akhlak yg buruk dan sifat-sifat yg tercela yg selama ini menjadi tradisi org jahiliyyah,kerana kebahagiaan yg sebenar-benarnya hanya ada disaat kalian melaksanakan segala perintah Allah swt dan meninggalkan larangannya.Hanya Allah swt tempat memohon pertolongan" (Tafsir Ibnu Kathir,Pustaka Ibnu Kathir)

Sunday, March 28, 2010

Beramallah Dgn Amalan Yg Soleh dan Jauhi Maksiat Serta Kemungkaran Krn Dihari Akhirat Nanti,Semua Amalan Kita Akan DiPeringatkan Kembali Oleh Allah

Beramallah Dengan Amalan Yg Soleh dan Jauhi Maksiat Serta Kemungkaran Kerana Dihari Akhirat Nanti,Semua Amalan Kita Akan DiPeringatkan Kembali Oleh Allah SWT

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَى (35) وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى (36) فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآَثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39


Allah berfirman:"Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat,Adapun orang yang melampaui batas,dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)"(An-Naazi'aat 79:35-39)


Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini "Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya" dengan berkata:

"Yakni pada hari itu manusia teringat semua amalannya,yang baik dan yang buruk,sebagaimana firmanNya:'Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya'(Al-Fajr 89:23)"

Kemudian pada ayat ini "dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat" Ibnu Kathir menafsirkan dengan berkata:

"Yakni ia dinampakkan dihadapan manusia sehingga mereka melihatnya dengan nyata"

Pada ayat ini "Adapun orang yang melampaui batas",Ibnu Kathir berkata:

"yakni yang durhaka dan yang menyombongkan diri"

Pada ayat ini "dan lebih mengutamakan kehidupan dunia",Ibnu Kathir berkata:

"Yakni yang mendahulukannya (kehidupan dunia) daripada urusan agama dan hari akhirat"

Pada ayat ini "maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)",Ibnu Kathir berkata:

"Yakni tempat tinggalnya adalah neraka,makanannya adalah racun dan minumannya adalah air yang mendidik"

Rujukan:Terjemahan Tafsir Ibnu Kathir,Terbitan Pustakan Ibnu Kathir.

Friday, March 19, 2010

Berilah Peringatan Kepada Manusia,Dengan Mensucikan Hati,Menjauhkan Diri Dari Syirik,Memberi Tanpa Mengharapkan Balasan,Bersabarlah Dalam Berdakwah

Berilah Peringatan Kepada Manusia,Dengan Mensucikan Hati dan Niat Hanya Kerana Allah serta Pakaian Yang Bersih,Dengan Menjauhkan Diri Dari Mensyirikkan Allah,Dengan Memberi Tanpa Mengharapkan Balasan Yang Lebih Banyak,Serta Bersabarlah Dalam Berdakwah


يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5) وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)


Allah berfirman:"Hai orang yang berkemul (berselimut),bangunlah, lalu berilah peringatan!,dan Tuhanmu agungkanlah!,dan pakaianmu bersihkanlah,dan perbuatan dosa tinggalkanlah,dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak,Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah" (Al-Muddatsir 74:1-7)

Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini,"bangunlah, lalu berilah peringatan!" dengan berkata, Yakni singsingkanlah lengan baju dan berikanlah peringatan kepada manusia,Dengan ayat ini beliau diangkat sebagai Rasul,sedangkan dengan ayat iqra' beliau diangkat sebagai Nabi,dan ayat ini "dan Tuhanmu agungkanlah!",Ibnu Kathir berkata,yakni junjunglah.

Beliau menafsirkan ayat ini,"dan pakaianmu bersihkanlah",ia berkata,yakni jangan mengenakan pakaian yang dibeli dengan wang haram,Ada yang berkata,:Jangan mengenakan pakaian untuk bermaksiat.(Ath-Thabari (XXIV/11).Muhammad bin Sirin berpendapat bahawa ertinya cucilah pakaianmu dengan air.(Ath-Thabari (XXIV/12).Ibnu Zaid berkata,"dahulu orang-orang musyrik tidak bersuci,maka Allah memerintahkan mereka untuk bersuci dan membersihkan pakaian"(Ath-Thabari (XXIV/12).Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir. (Ath-Thabari (XXIV/12).

Sa'id bin Jubair berkata,"dan pakaianmu bersihkanlah",yakni sucikanlah hati dan niatmu".Muhammad bin Ka'b al-Qurazhi dan al-Hasan al-Basri berkata,yakni perbaikilah akhlakmu.

FirmanNya yang bermaksud,"dan perbuatan dosa tinggalkanlah!",Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu 'Abbas ra,"Perbuatan dosa yakni pernyembahan berhala,maka tinggalkanlah"(Ath-Thabari (XXIV/13).Demikian pula pendapat Mujahid,Ikrimah,Qatadah,az-Zuhri dan Ibnu Zaid,bahawa itu adalah penyembahan berhala"(Ath-Thabari (XXIV/13).

Ini sebagaimana firmanNya,"Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"(Al-Ahzaab 33:1),dan firmanNya," Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan"(Al-'Araaf 7:142)

Mengenai FirmanNya,"dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak",Ibnu 'Abbas ra berkata,"Janganlah memberikan sesuatu dengan mengharapkan balasan yang lebih banyak".Khushaif berkata dari Mujahid tentang ayat ini dengan berkata Jangan lemah untuk memperbanyakkan kebaikan.Dia berkata,"Tamnun dalam bahasa Arab beerti lemah"(Ath-Thabari (XXIV/16).

FirmanNya yg bermaksud,"Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah",yakni jadikanlah kesabaranmu atas gangguan mereka diniatkan kerana wajah Rabb-mu,demikianlah pendapat Mujahid (Ath-Thabari (XXIV/16),Ibrahim an-Nakha'I berkata,"Sabarlah atas pemberian Allah swt kepadamu keranaNya"(Al-Baghawi (IV/414))

Saturday, February 13, 2010

Terimalah Apa Yang Disampaikan Oleh Nabi saw dan Tinggalkanlah Segala Yang Dilarang Oleh Nabi saw,Kerana Baginda Mengetahui Mana Yang Baik

Terimalah Apa Yang Disampaikan Oleh Nabi saw dan Tinggalkanlah Segala Yang Dilarang Oleh Nabi saw,Kerana Baginda Lebih Mengetahui Baik dan Buruk Sesuatu Urusan

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Allah berfirman:"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya" (Al-Hasyr 59:7)

Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini, "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah", dengan berkata, yakni walau bagaimanapun perintah baginda saw maka laksanakanlah dan walau bagaimanapun larangan baginda saw maka jauhkanlah,kerana baginda pasti memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk"

Diriwayatkan oleh Ahmad,dari Abdullah bin Mas'ud,ia berkata, "Allah telah melaknat perempuan yang mengukir tatoo dan yang meminta tatoo, yang mencabut bulu wajahnya (alisnya), yang membelah (giginya) untuk kecantikan,yang mengubah ciptaan Allah swt", hal tersebut didengar oleh oleh seorang perempuan dari Bani Asad yang ada didalam rumah, yang biasa dipanggil dengan Ummu Ya'qub,maka dia mendatangi Ibnu Mas'ud dan kemudian berkata, "Apakah benar kamu yang mengatakan begini dan begini?" Dia menjawab, "Mengapa saya tidak melaknak orang yang dilaknat oleh Rasulullah saw,sedangkan hal itu tertera didalam Al-Quran", perempuan itu berkata, "Saya telah membaca seluruh isi Al-Quran tetapi saya tidak menemukannya", Dia berkata, "Kalau kamu membacanya, maka kamu akan mendapatkannya.Tidakkah kamu membaca firman Allah swt, "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah", Perempuan itu menjawab, "Tentu", Dia berkata, "Sesungguhnya rasulullah saw telah melarangnya", Perempuan itu berkata, "Saya kira keluarga mu juga melakukannya", Dia berkata, "Pergilah dan lihatlah", maka perempuan itu pergi dan tidak menemukannya, perempuan itu datang kembali dan berkata, "Saya tidak melihat apa-apa", Dia berkata, "Kalau saja hal tersebut terjadi,nescaya kami tidak akan bersatu lagi (yakni aku akan menceraikannya" (HR Bukhari no 4887 dalam Fathul Bari (VIII/498), dan Muslim no 2125)

Juga tercantum dalam Ash-Shahihain, dari Abu Hurairah ra,bahawa Rasulullah saw bersabda,"

إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم وما نهيتكم عنه فاجتنبوه

Rasulullah saw bersabda,"Apabila saya telah memerintahkan sesuatu kepada kalian,maka lakukanlah semampu kalian,dan apa yang saya larang,maka hindarilah" (HR Bukhari dan Muslim)

Ibnu Kathir menafsirkan, "Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya" dengan berkata, yakni bertaqwalah dalam melaksanakan perintah-perintahNya dan dalam menghindari larangan-laranganNya kerana hukumanNya sangat keras bagi orang yang melanggar larangan-Nya.


Hadis-Hadis Nabi saw berkenaan pentingnya untuk ittiba' kepada perintah Nabi saw dan meninggalkan larangan-larangan baginda


صلى الله عليه وسلم قال : دعوني ما تركتكم إنما أهلك من كان قبلكم سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم فإذا نهيتكم عن شئ فاجتنبوه وإذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم

Rasulullah saw bersabda,"Biarkanlah aku,apa-apa yang telah aku tinggalkan untukmu,sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah banyaknya pertanyaan mereka dan sikap mereka yang selalui menyalahi nabi-nabi mereka.Apabila aku melarangmu dari sesuatu maka jauhilah dan apabila aku memerintahmu dengan sesuatu, maka lakukanlah sekuat tenagamu (semampumu)" (HR Bukhari dan Muslim)


كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى من أطاعني دخل الجنة و من عصاني فقد أبى

Rasulullah saw bersabda,"Semua umatku akan masuk syurga kecuali yang menolak", dikatakan: "Siapakah yang menolak ya Rasulullah?" Beliau bersabda,"Barangsiapa taat (setia) kepadaku dia pasti masuk syurga dan barangsiapa mendurhakai maka bererti dia menolak" (HR Bukhari)

Download PDF : http://www.4shared.com/file/222056748/adda15dd/Terimalah_Apa_Yang_Disampaikan.html

Saturday, February 6, 2010

Jangnlah Terpedaya Dengan Kehidupan Dunia, Kerana Ia Adalah Permainan Belaka dan Kehidupan Akhirat Adalah Sebenar-Benar Kehidupan

Jangnlah Terpedaya Dengan Kehidupan Dunia, Kerana Ia Adalah Permainan Belaka dan Pasti Akan Hancur Suatu Ketika Nanti, Ia Juga Adalah Kesenangan Yang Menipu dan Kehidupan Akhirat Adalah Sebenar-Benar Kehidupan.


Allah berfirman:"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu"(Al-Hadiid 57:20)

Allah berfirman dengan menetapkan hina dan rendahnya kehidupan dunia,"أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ" iaitu "sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak", Yakni kesimpulan dari perkara dunia bagi penduduknya hanya lah spt ayat td.

Sebagaimana firman Allah swt,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

Allah berfirman:"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (Ali Imran 3:14)

Selanjutnya Allah swt menggambarkan perumpamaan kehidupan dunia bahawa sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah keindahan yang fana dan kenikmatan yang pasti lenyap.Kerana itu Allah swt berfirman, "كَمَثَلِ غَيْثٍ" iaitu "Seperti hujan", Iaitu,hujan yang datang setelah manusia merasa putus asa terhadap kehadirannya,sebagaimana Allah berfirman, "Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa" (Asy Syuura 42:28)

Firman Allah swt," أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ " iaitu "yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani" iaitu tumbuhnya tanaman oleh hujan mengundang kekaguman para petani.Sama hal nya dengan orang-kafir yang kagum mengagumi kehidupan dunia,sesungguhnya mereka adalah orang yang paling bercita-cita terhadap dunia dan paling cenderung kepadanya.

Firman Allah swt," ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا " iaitu "kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur", padahal sebelum nya tampak hijau dan segar.Demikian pula kehidupan dunia,pada mulanya kelihatan muda lalu tumbuh menjadi dewasa dan semakin tua dan akhirnya nyanyuk dan sangat tua.Demikianlah manusia,yang pada mulanya kelihatan muda,segar,padat berisi, serta pernampilan menawan.Kemudian secara beransur-ansur dia memasuki usia separuh baya.Wataknya berubah dan sebahagian dari kekuatannya hilang.Kemudian dia menjadi tua,kekuatannya lemah,sedikit gerakannya dan tidak mampu lagi mengerjakan sesuatu yang remeh sekalipun. Allah berfirman:"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (Ar-Ruum 30:54)

Perumpamaan ini menunjukkan bahawa dunia ini pasti akan lenyap,hancur dan habis.Sebaliknya,negeri akhirat itu adalah pasti dan kekal.Maka Allah swt memberikan peringatan kepada manusia agar berhati-hati dalam menghadapi dunia.Allah swt menganjurkan untuk berbuat kebaikan,yang akan membawa pahala dinegeri akhirat nanti.

Allah swt berfirman, " وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ " iaitu "Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya".Akhirat itu akan datang dalam waktu yang dekat.Tidak ada pilihan lain disana kecuali dua keadaan.Jika bukan siksaan keras (kita berlindungan kepada Allah swt darinya),maka ampuan dan keredhaanNya.

Allah swt berfirman, "وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ " iaitu "Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu",iaitu kesenangan yang fana' lagi memperdayakan orang yang cenderung kepadanya.Orang semacam ini terpedaya dan merasa kagum terhadap dunia,hingga berkeyakinan bahawa tiada kehidupan lain,tidak pula hari kebangkitan.Padahal kehidupan dunia ini amatlah hina dan rendah bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Abdullah,ia berkata, Rasulullah saw bersabda,

الجنة أقرب إلى أحدكم من شراك نعله و النار مثل ذلك

"Sesungguhnya Syurga itu lebih dekat kepada salah satu dari kalian melebihi tali sendalnya dan Neraka juga seperti itu" (HR Bukhari, Fathul Bari (XI/328))

Hadis tersebut menunjukkan bahawa kebaikan dan keburukan itu dekat dgn manusia,Kerana itu lah Allah swt menganjurkan manusia untuk bersegara menunaikan kebaikan,mengerjakan ibadah dan ketaatan,serta meninggalkan semua yang diharamkan sehingga diharapkan bisa menutup semua kesalahan dan dosa,disamping akan mendapat ganjaran dan derajat (yang tinggi)

Berikut adalah hadis-hadis sahih dimana Nabi saw bersabda berkenaan hina nya dan rendahnya kedudukan dunia jika dibandingkan dengan kedudukan akhirat.

Hadis 1

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال جلس رسول الله صلى الله عليه وسلم على المنبر وجلسنا حوله فقال إن مما أخاف عليكم ما يفتح الله عليكم من زهرة الدنيا وزينتها

Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra,dia berkata,"Rasulullah saw pernah duduk diatas mimbar dan kami duduk (melingkar) disekitar beliau,lalu beliau bersabda,"Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan atas sepeninggalanku adlah apa yang akan dibukakan untukmu dari gemerlapan dunia dan perhiasannya" (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis 2

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن الدنيا حلوة خضرة وإن الله تعالى مستخلفكم فيها فينظر كيف تعملون اتقوا الدنيا واتقوا النساء

Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra,dia berkata bahawa Rasulullah saw bersabda,"Sesungguhnya dunia ini manis dan mempersona,sedangkan Allah menugaskan kamu di dalam nya,maka Dia hendak melihat bagaimana kamu berbuat.Kerana itu takutlah terhadap (fitnah/godaan) dunia dan takutlah terhadap (fitnah) wanita" (HR Muslim)

Hadis 3

عن أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان يقول : اللهم لا عيش إلا عيش الآخره

Dari Anas bin Malik ra,bahawasanya Nabi saw bersabda,"Ya Allah,tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat" (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis 4

رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول ما الدنيا في الآخرة إلا مثل ما يجعل أحدكم أصبعه هذه في اليم فلينظر بم يرجع

Rasulullah saw bersabda,"Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat melainkan bagaikan salah seorang kamu memasukkan jari tangannya kedalam lautan,perhatikanlah apa yang dibawa oleh jari itu" (HR Muslim)