Allah Berfirman: "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku(Rasulullah saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Ali Imran 3:31)
Friday, May 22, 2009
Ikutilah Sunnah Rasulullah saw yg Sahih Dengan Ikhlas Utk Menggapai Cinta Allah swt, Nescaya Allah Akan Mencintaimu dan Mengampuni Dosa-Dosamu
Allah Berfirman: "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku(Rasulullah saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Ali Imran 3:31)
Ikutilah Jalan Yg Lurus, Yg Hujungnya Syurga, dan Jangan Mengikut Jalan Lain, Krn Setiap Jalan Lain Ada Syaitan Yg Mengajak Padanya
Allah Berfirman: "dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa" (An'aam 6:153)
'Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari 'Ibnu 'Abbas tentang firmanNya, "dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya", 'Ibnu 'Abbas mengatakan, "Allah memerintahkan kepada orang2 beriman agar tetap bersatu dalam jama'ah dan melarang mereka berselisih dan bercerai berai. Allah mengabarkan bahawa kehancuran umat-umat sebelum mereka hanya disebabkan berbantah bantahan dan berselisih dlm agama Allah"(Ath-Thabari (XII/229))
Penafsiran yang semisal disampaikan oleh pula oleh Mujahid dan sejumlah ahli tafsir lainnya.(Ath-Thabari (XII?229))
Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia mengatakan, "Rasulullah saw membuat garis dengan tangannya kemudian mengatakan,'Ini adalah jalan Allah yg lurus',Lalu beliau membuat garis disebelah kanan dan dikirinya, kemudian bersabda,'Jalan2 ini,tidak ada satu jalan pun dari jalan2 tersebut melainkan diatasnya terdapat syaitan yg mengajak kejalan itu',Kemudian beliau membaca,'dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya'.Hadis ini diriwayatkan pula oleh Al-Hakim, dan ia mengatakan, "Sanad-sanadnya sahih, dan keduanya tidak meriwayatkannya" (HR Ahmad, lihat dalam al-Musnad (VII/436) no 4437)
Imam Ahmad dan 'Abd bin Humaid meriwayatkan, dan ini adalah lafaz Ahmad, dari Jabir, ia mengatakan: "Kami duduk disisi Nabi saw, lalu beliau membuat garis seperti ini dan depannya seraya mengatakan, 'Ini adalah jalan Allah'. Lalu beliau membuat 2 garis disebelah kanannya dan dua garis disebelah kirinya seraya mengatakan, 'Ini adalah jalan2 syaitan'.Kemudian beliau meletakkan tangan nya digaris yg ada ditengah,kemudian beliau membaca ayat ini, 'dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa'.Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dalam (perbahasan) kitab as-Sunnah dikitab Sunannya, dan al-Bazzar. (Ibnu Majah no 11,dinilai sahih dalam Shahih Ibni Majah (I/21))
Ibnu Jarir meriwayatkan bahawa seseorang bertanya kepada Ibnu Mas'ud, "Apakah jalan yg lurus (ash-shiraath) itu?" Ia menjawab, "Muhammad saw meninggalkan kita dipangkal ash-shiraath, sedangkan hujungnya ada disyurga, sementara disebelah kanannya ada banyak jalan dan disebelah kirinya pun ada banyak jalan. Kemudian didapati padanya org2 yg menyeru siapa saja yg melewati mereka. Barangsiapa mengambil jalan2 tersebut(selain ash-shiraath), maka sampailah keneraka, dan barangsiapa yang mengambil jalan yg lurus, maka sampailah ia kesyurga". Kemudian Ibnu Mas'ud membaca,'dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya'.(Ath-Thabari (XII/230))
Imam Ahmad meriwayatkan dari an-Nawwas bin Sam'an dari Rasulullah saw, beliau bersabda: "Allah membuat perumpamaan mengenai jalan yg lurus, yg kedua sisi jalan itu terdapat tembok yg memiliki pintu2 terbuka, dan didepan pintu2 itu terdapat tirai2 yg terjurai(ke bawah).Di depan jalan itu ada penyeru yg berseru, 'Wahai manusia,kemarilah,masuklah semua kejalan yg lurus dan jangan bercerai berai'.Adapula penyeru yg berseru dari atas jalan itu.Jika ada seseorang yg hendak membuka salah satu dari pintu2 itu,maka penyeru itu mengatakan,'Celaka kamu, jangan membukanya,jika kamu membukanya,maka kamu memasukinya (jatuh ke dalam larangan Allah)'. Jalan itu adalah islam,dua tembok itu adalah ketentuan2 (batasan2) Allah, dan pintu2 yg terbuka itu adalah hal2 yg diharamkan Allah.Sementara penyeru yg ada didepan jalan adalah Kitabullah, dan penyeru dari atas jalan itu adalah penasihat dari Allah yg ada dlm stp hati muslim" (HR Ahmad, dinilai sahih dalam Shahih Jaami' (no 3887))
Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan an-Nasa'i, At-Tirmidzi menilainya dengan hadis hasan gharib)
Selanjutnya firman Allah swt, "maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)".Allah menyebutkan jalan Nya dalam bentuk tunggal (sabiil) kerana kebenaran itu hanya satu. Kerana itu Dia menyebutkan jalan2 lain dalam bentuk jama' (subul) kerana bercerai berai dan bercabang2, sebagaimana firmannya: "Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya" (Al-Baqarah 2:257)
Friday, May 8, 2009
Berdakwah lah Dgn Hikmah dan Pelajaran Yang Baik, Jika Diajak Berdebat, Maka Bantahlah Dengan Wajah Berseri, Lemah Lembut Dan Bahasa Yang Sopan
Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini dalam tafsir nya dengan mengatakan: "Allah swt berfirman memerintahkan kepada RasulNya Muhammad saw untuk menyeru manusia ke jalan Allah swt dengan hikmah"
Ibnu Jarir berkata tentang "hikmah" iaitu Al-Quran dan hadis yg Allah swt turunkan kepadanya". "Dan pelajaran yg baik", termasuk peringatan, teguran dan kejadian2 yg telah dialami oleh manusia (Ath-Thabari (XVII/321). Rasulullah saw diminta utk mengingatkan mereka akan hal itu, supaya mereka lebih berhati2 dan berwaspada dgn azab Allah swt.
Firman Allah swt yg bermaksud "Dan bantahlah mereka dengan cara yg baik". Maksudnya adalah jika ada diantara mereka yg mengajak diskusi dan berdebat, maka hendaklah membantah mereka dengan wajah yg berseri, lemah lembut dan bahasa yg sopan, sebagaimana yg difirman kan oleh Allah swt dlm Al-Quran:
"Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri."(Al-Ankabuut 29:46)
Oleh kerana itu, Allah swt memerintahkan RasulNya agar lemah lembut, sebagaimana perintahNya kepada Nabi Musa dan Nabi Harun tatkala Allah mengutus mereka pada Fir'aun, yg diabadikan dalam FirmanNya:
"maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (Thahaa 20:44)
Dalam Hadis juga Nabi saw ada menceritakan berkenaan penting nya sifat lemah lembut. Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu, melainkan akan membuatnya lebih bagus dan tidaklah kelembutan tercabut darinya, melainkan akan membuatnya buruk" (HR Muslim (2594) dari 'Aisyah r.a)
Firman Allah swt selanjutnya: "Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk".
Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini dengan berkata: "Maksudnya, Allah swt Maha Mengetahui siapa diantara mereka yg selamat dan yg celaka, semuanya telah ditulis dan dia tetapkan. Maka tugasmu adalah menyeru mereka, janganlah kamu binasa kerana sedih terhadap mereka yg sesat. Sesungguhnya, bukan kamu yg memberi hidayah kepada mereka. Kamu hanyalah memberi peringatan atau menyampaikan sahaja. Kami lah yg akan menghisab mereka semua.
Monday, May 4, 2009
Lakukanlah Amalan Yg Soleh, Nescaya Kamu Dikurniakan oleh Allah Kehidupan Yang Baik Serta Kebahagiaan Didunia dan Diakhirat
Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini dalam Tafsir nya dengan mengatakan: "Ayat diatas merupakan janji dari Allah swt bg orang2 yg beramal soleh, baik laki2 maupun wanita dari keturunan Bani Adam. Amal Soleh iaitu perbuatan yang mengikuti petunjuk Al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Jika hati mereka beriman kepada Allah swt dan rasulNya, dan amal soleh yg diperintahkan itu betul2 disyariatkan oleh Allah swt, maka didunia, Allah akan berikan kehidupan yang baik, sedangkan diakhirat, Allah akan membalas nya dengan balasa yg lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Kehidupan yg baik itu mencakup ketenteraman batin dalam setiap isu kehidupan"
Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas r.a dan sejumlah ulama' lainnya, bahawa mereka menafsirkan "kehidupan yang baik" tersebut dengan rezeki yg halal.
Dan diriwayatkan pula oleh Ali bin Abi Talib r.a, bahawa ia menafsirkan "kehidupan yang baik" dengan qana'ah(merasa puas). Begitu pula yg dikatakan oleh Ibnu 'Abbas pada riwayat yang lain, juga 'Ikrimah Wahb bin Munabbih.
'Ali bin Abi Talhah berkata: "Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas r.a, bahawa yg dimaksudkan dgn kehidupan yg baik adalah kebahagiaan.
Al-Hasan al-Basri, Mujahid dan Qatadah berkata. "Kehidupan yg baik hanya dirasakan disyurga". Adh-Dhahhak berkata, "Yang dimaksudkan dgn kehidupan yang baik adalah rezeki yang halal dan dapat menunaikan ibadah selama didunia". Adh-Dhahhak juga mengatakan kehidupan yang baik adalah ketika melaksanakan keta'atan dan merasa tenteram dengan nya.
Namun pendapat yg lebih sahih tentang "kehidupan yang baik" ialah yang mencakup semua yg disebutkan diatas sebagaimana yg disebutkan didalam hadis yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari 'Abdullah bin 'Amr r.a, bahawasa nya,
Rasulullah saw bersabda: "Sunnguh telah beruntung org yg berserah diri kepada Allah swt, lalu diberikan rezeki yg cukup (tidak berlebihan), sedang hatinya qana'ah (rela dan menerima) terhadap apa yg telah diberikan Allah swt" (HR Muslim (II/730))
Wallahua'lam..
Rujukan:
Shahih Tafsir Ibnu Kathir,Tafsir Surah An-Nahl ayat 97,Terbitan Pustaka Ibnu Kathir.
Subscribe to:
Posts (Atom)