Sunday, December 28, 2008

Azam Tahun Baru : Jauhilah Bida’ah dan Kembalilah kepada Sunnah, Walaupun Bida’ah itu Kamu Nampak Suatu yang Baik

Rasulullah saw bersabda: “Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya selagi berpegang teguh pada kedua nya iaitu Kitab Allah (Al-Quran) dan Sunnah nabi-Nya (Hadis)” (HR Imam Malik: 1395, dari Umar Al-Khattab, dihasankan oleh Al-Albani di dalam kitabnya Manzilatus Sunnah fil-Islam 1/18)

Rasulullah saw bersabda: “Dan awaslah kalian dari perkara-perkara yang baru, kerana setiap perkara yang baru adalah bida’ah dan setiap bida’ah adalah kesesatan” (HR Ahmad: 4/126, dari Musnadnya, ad-Darimi: 1/57, dari Sunannya, At-Tirmidzi: 5/44, dari Jami’nya, dan Ibnu Majah 1/15, dalam Sunannya dan disahihkan oleh Al-Albani dalam Dhilul Jannah: 26,34)

Rasulullah saw bersabda: “Setiap bida’ah adalah kesesatan walaupun dipandang oleh manusia sebagai suatu yang baik” (HR Lalikai dalam Syarah Ushul I’tiqod: 126, Ibnu Baththoh dalam Ibanah: 205, Baihaqi dalam Madkhol Ila Sunnan: 191, dan disahihkan oleh Al-Albani)

Tuesday, December 23, 2008

Bacalah 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah, ia Sudah Mencukupi Bagimu

Allah berfirman :"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (Al-Baqarah 2:285)

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Al-Baqarah 2:286)


Hadis Sahih berkenaan keutamaan dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah:

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia menceritakan, Nabi saw bersabda: “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat ini mencukupinya (dari segala keburukan, godaan syaitan, gangguan jin dan manusia)” (Fat-hul Baari (VIII/672). Al-Bukhari no 4008, Muslim (I/555) no 807, Abu Dawud (II/118) no 1397, Tuhfatul Ahwadzi (VIII/188), An-Nasa’I dalam al-Kubra (V/14) dan Ibnu Majah (I/435) no 1368)

Imam Muslim meriwayatkan dari Abdulllah, ia menceritakan: “Ketika Rasulullah saw diisra’ mikraj kan hingga sampai di Sidratul Muntaha, yang berada dilangit lapisan ketujuh. Pada nya ditahan apa yang dibawa naik dari bumi, lalu ditahan. Dan pada nya dipula berakhir apa yang dibawa turun dari atas, lalu ditahan. Ia (Abdullah) berkata: “Dan Rasulullah saw diberi 3 perkara, solat lima waktu, ayat2 penutup surah Al-Baqarah, dan ampunan bagi umat nya yang melakukan dosa besar, dengan syarat tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun” (Muslim (I/157) no 173)

Ibnu Abbas berkata: “Ketika Rasulullah saw bersama Malaikat JIbril tiba2 beliau terdengar suara pintu terbuka dari atas. Jibril mengangkat pandangan nya ke langit lalu berkata: ‘Itu adalah pintu yang dibuka dilangit, pintu itu belum pernah dibuka sebelumnya’, (Ibnu Abbas berkata): “Lalu turunlah Malaikat darinya dan mendatangi Nabi saw dan berkata: ‘Sambut lah kabar gembira atas dua cahaya yang telah diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelum mu, Surah Al-Fatihah dan ayat2 terakhir surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari keduanya melainkan engkau akan memperoleh pahala’” (HR Muslim (I/554) no 806 dan an-Nasa’I dalam al-Kubraa (V/12))

Saturday, December 20, 2008

Hindarilah Riba', kerana dengan mengambil Riba' bermakna kamu mengisytihar perang dengan Allah swt dan Rasul Nya

Allah Berfirman: "Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya" (Al-Baqarah 2:279)

Ibnu Juraij meriwayatkan, Ibnu Abbas mengatakan berkenaan ayat ini: "Ertinya yakinlah kalian bahawa Allah swt dan Rasul akan memerangi kalian" (Ath-Thabrani (VI/26))

Diriwayatkan juga darinya: "Pada Hari Kiamat kelak akan dikatakan kepada pemakan riba', 'Ambillah senjatamu untuk berperang', Kemudian ia membaca, 'Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu' "

'Ali bin Abi Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini: "Barangsiapa yang masih tetap melakukan perbuatan riba' dan tidak melepaskan diri darinya, maka wajib atas imam kaum muslimin untuk memintanya bertaubat, Jika ia mahu melepaskan diri darinya, (maka Alhamdulillah keselamatan baginya), dan jika tidak mahu, maka hendaklah lehernya dipenggal" (Ath-Thabari (VI/25))

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari 'Amr bin al-Ahwash, ia berkata, Rasulullah saw berkhutbah pada haji Wida', beliau bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya seluruh riba' pada zaman jahiliah dahulu telah dihapuskan dari kalian. Kalian berhak mengambil harta pokok kalian, tidak ada yang merugikan dan tidak ada yang dirugikan. Dan riba' yang pertama kali dihapus adalah Riba' al-'Abbas bin 'Abdil Muthalib, seluruh Riba' nya telah dihapuskan" (Ibnu Abi Hatim (III/1147), tahqiq: DR Al-Ghamidi (Yang semakna dengan hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Sahihnya no 1218, kitab Al-Hajj)

Wednesday, December 17, 2008

Berinfaklah dijalan Allah, pasti Allah akan membalas sehingga 700 kali ganda


Allah berfirman: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah 2:261)


Ibnu Kathir menafsirkan: "Ini adalah perumpamaan yang dibuat oleh Allah swt tentang pelipatgandaan pahala bagi siapa yang menafkahkan hartanya dijalan Nya, dengan tujuan mencari keredhaan Nya. Dan kebaikan itu dilipatgandakan mulai 10 sampai 700 kali ganda"

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahawa seorang lelaki menginfakkan dijalan Allah swt seekor unta yang hidungnya telah diberi tali. Maka Rasulullah saw bersabda: "Engkau pasti akan datang pada hari kiamat kelak dengan 700 ekor unta yang hidungnya telah diberi tali" (HR Ahmad (IV/121), Hadis Sahih: Syeikh Syu'aib al-Arna-uth mengatakan "Sanadnya Sahih berdasarkan syarat periwayatan al-Bukhari dan Muslim", Al-Musnad (XXVIII/322, no 17094))

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia mengatakan, Rasulullah saw bersabda: "Setiap amal anak Adam itu berlipat ganda, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 sampai 700 kali ganda sehingga yang Allah kehendaki, Allah berfirman: 'Kecuali puasa, kerana ia adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan terus memberikan pahala atasnya. Ia meninggalkan makanan dan syahwatnya kerana aku', Dan bagi orang yang berpuasa itu terdapat dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa Rabb-nya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari aroma minyak kasturi. Puasa itu adalah perisai, puasa itu adalah perisai" (HR Ahmad (II/443), Muslim (II/807) no 1151)

Monday, December 8, 2008

Janganlah Berkata Buruk dan Maafkanlah, Sekalipun Kamu Dianiaya

Allah berfirman : "Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa." (An-Nisa' 4:148-149)

Tafsiran Ulama' Salaf berkenaan ayat ini:

Ibnu Abi Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, ia berkata: "Allah tidak menyukai seseorang mendo'kan keburukan bagi orang lain, kecuali bila ia dizalimi. Kerana Allah swt telah memberikan keringanan pada nya untuk mendoakan keburukan bagi orang lain yang yang menzaliminya. Dan bila bersabar, itu lebih baik baginya"
(Ath-Thabari (IX/344)

Al-Hasan al-Basri berkata: "Janganlah ia mendo'a kan keburukan bagi orang lain. Hendaklah ia berdo'a: "Ya Allah bantulah aku mengahadapinya dan keluarkanlah hakku darinya"
(Ath-Thabari (IX/344)

Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah saw bersabda: "Dua orang yang saling mencela, maka dosa nya ditanggung oleh orang yang memulainya, selama orang yang dizalimi tidak melampaui batas"
(Abu Dawud (no 3894), juga terdapat dalam Shahiihul Muslim (no 2587))

Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini: "Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa" ia berkata: "Ertinya, apabila kalian wahai sekalian manusia, menampakkan kebaikan atau menyembunyikan nya, atau ,memaafkan orang yang berbuat jahat pada kalian. Maka semua itu akan mendekatkan diri kalian kepada Allah swt, dan Dia akan menyediakan pahala bagi kalian di sisi-Nya.

Dalam sebuah Hadis yang Sahih disebutkan: "Tidak akan berkurang harta kerana sedekah, dan Allah tidaklah menambahkan kepada seorang hamba yang memberi maaf, kecuali kemuliaan. Dan barangsiapa yang merendahkan diri kepada Allah swt, nescaya Allah akan mengangkatnya" (HR Muslim (IV/2001) Muslim no 2588)

Friday, December 5, 2008

Bacalah Ayat Kursi, kerana Allah pasti akan menjagamu dikemudian nya


Allah Berfirman: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar" (Al-Baqarah 2:255)


Inilah yg dimaksudkan dgn ayat Kursi, Ayat ini memiliki kandungan yang sangat agung.

Hadis-Hadis yang menunjukkan keutamaan Ayat Kursi

Hadis 1

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab, Nabi saw pernah bertanya kepadanya: "Apakah ayat yang paling agung didalam kitab Allah", Beliau menjawab, "Allah dan Rasul Nya lebih mengetahui". Nabi mengulang2 pertanyaan tersebut, dan kemudian Ubay bin Ka'ab menjawab "Ayat Kursi". Lalu Nabi saw bersabda:

"Mudah-mudahan ilmu menjadi jinak kepadamu wahai Abul Mundzir. Demi Rabb yang jiwaku berada ditanganNya, Sesungguhnya ayat Kursi memiliki satu lidah dan dua bibir yang selalu mensucikan al-Malik(Allah) di tiang 'Arsy"

(HR Ahmad (V/141), Sahih dengan komentar oleh Syaikh Syu'aib al-Arna-uth mengatakan "sanadnya sahih berdasarkan syarat periwayatan Muslim", Al-Musnad (XXXV/200, no 21278), Muslim (I/556) no 810)

Hadis 2

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Sahihnya pada kitab Fadhaa-ilul Quran, kitab al-Wakalah, juga pada Sifatu Ibliis, dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: "Rasulullah pernah menugaskan aku menjaga zakat pada bulan Ramadhan, Lalu seseorang mendatangi ku dan meraup makanan. Aku pun menangkap nya dan bertanya kepadanya: 'Aku akan melaporkan pada Rasulullah'. Orang itu berkata: 'Biarkanlah aku mengambilnya, sesungguhnya aku sgt memerlukannya untuk keluargaku yang banyak dan keperluanku yang sangat mendesak'. Aku pun membiarkannya.

Keesokan harinya, Rasulullah saw bersabda: 'Hai Abu Hurairah, apa yang diperbuat oleh tawananmu malam tadi?', Ku jawab, 'Ya Rasulullah, ia mengadukan keperluannya yang sgt mendesak, dan keluarganya yang byk, sehingga aku kasihan padanya.Aku pun membiarkannya pergi' Beliau bersabda: 'Sungguh ia telah membohongimu, dan ia pasti kembali.'

Aku tahu bahawa orang itu akan kembali berdasarkan sabda Nabi saw, 'Ia pasti akan kembali', Kemudian aku pun mengintipnya, ternyata ia datang lagi dan meraup makanan. Lalu aku menagkapnya kembali dan ku katakan: 'Aku akan melaporkan pada Rasulullah. Maka orang itu berkata: 'Biarlah aku mengambilnya, sesungguhnya aku benar2 terdesakoleh keperluan dan tanggungan keluarga, aku tidak akan kembali'. Maka aku pun merasa kasihan, sehingga kubiarkan ia pergi.

Keesokan harinya, Rasulullah saw bersabda lagi: 'Hai Abu Hurairah, apa yang diperbuat oleh tawananmu malam tadi?', Ku jawab, 'Ya Rasulullah, ia mengadukan keperluannya yang sgt mendesak, dan keluarganya yang byk, sehingga aku kasihan padanya.Aku pun membiarkannya pergi' Beliau bersabda: 'Sungguh ia telah membohongimu, dan ia pasti kembali.'

Selanjutnya ku intai untuk kali ketiga, dan ternyata ia kembali dan meraup makanan, Lalu aku menangkapnya dan ku katakan: 'Kamu akan kulaporkan pada Rasulullah. Ini lah ketiga kali nya kamu berjanji tidak akan kembali, ternyata kamu masih kembali'. Lalu orang itu berkata: 'Lepaskanlah aku, akan ku ajarkan kepada kamu yang dengan Allah akan memberi manfa'at kepadamu. 'Apakah kalimah2 itu?, tanyaku. Maka ia menjawab: 'Apabila engkau hendak tidur, bacalah ayat Kursi: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) (sampai habis ayat), nescaya engkau akan selalu dalam lindungan Allah swt. Engkau tidak akan diganggu syaitan sampai pagi hari. 'Aku pun membebaskan orang itu'.

Dan keesokan harinya, Rasulullah saw bersabda kepadaku: 'Hai Abu Hurairah, apa yang diperbuat oleh tawananmu malam tadi?', Ku katakan: 'Ya Rasulullah, org itu telah mengajarkanku beberapa kalimat yang dengan nya Allah akan memberi manfaat kepadaku. Maka aku pun membiarkannya pergi'. Beliau bertanya: 'Apakah kalimat2 tersebut?'. Aku pun menjawab, Orang itu menjawab kepadaku: 'Apabila engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi, "Allah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan dengan Dia yang hidup Kekal lagi Hidup terus menerus mengurus (makhlukNya)" (sampai akhir ayat), nescaya engkau akan selalu berada dalam lindungan Allah dan engkau tidak akan diganggu oleh syaitan sampai pagi'

Maka Rasulullah saw bersabda: "Sungguh ia berkata benar, meskipun ia tukang dusta.Tahukah engkau wahai Abu Hurairah, siapakah yang engkau ajak bicara sejak tiga malam itu?' 'Tidak' jawabku. Beliau bersabda: 'Dia adalah syaitan'

(Fathul Baari (VIII/672), (IV/568), (VI/386). Al-Bukhari no 2311, dalam kitab al-Wakaalah, bab Idza Wakkala Rajulan)